Skip to main content
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat mengumumkan hasil analisis penurunan angka kemiskinan dan kesenjangan dari data BPS awal tahun 2018 pada Selasa (9/1/2018). (KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA )  Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dituding Ikut Campur Soal Data Kemiskinan, Ini Penjelasan Bappenas", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/31/150122826/dituding-ikut-campur-soal-data-kemiskinan-ini-penjelasan-bappenas. Penulis : Ambaranie Nadia Kemala Movanita Editor : Sakina Rakhma Di
Bappenas
Dituding Ikut Campur Soal Data Kemiskinan, Ini Penjelasan Bappenas
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro membantah pernyataan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang menyebut bahwa pemerintah mengontrol Badan Pusat Statistik ( BPS) soal data kemiskinan dan pengangguran. Bambang mengatakan, data-data yang digunakan BPS mengunakan metode yang sudah teruji dan berpatokan pada metode internasional. "Itu sama sekali enggak benar.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. Foto/SINDOnews
Bappenas
Bappenas Ajak Cegah Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengajak seluruh elemen masyarakat bekerja sama mencegah stunting pada 1.000 hari pertama kelahiran. Salah satu langkah yang dilakukan dengan menggelar diskusi media bertajuk 'Cegah Stunting, Investasi Bersama untuk Masa Depan Anak Bangsa'.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan 37,2% atau sekitar 9 juta balita di Indonesia mengalami stunting.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro di Istana, Senin (12/2/2018).(KOMPAS.com/Ihsanuddin)  Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketua Bappenas: Visi Misi Capres-Cawapres Harus Sesuai RPJM Nasional", https://nasional.kompas.com/read/2018/09/25/14174651/ketua-bappenas-visi-misi-capres-cawapres-harus-sesuai-rpjm-nasional. Penulis : Fitria Chusna Farisa Editor : Krisiandi
Bappenas
Ketua Bappenas: Visi Misi Capres-Cawapres Harus Sesuai RPJM Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum ( KPU) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menggelar penyampaian rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024. Acara tersebut digelar menyambut pelaksanaan Pemilu 2019. Nantinya, visi dan misi presiden-wakil presiden yang terpilih melalui Pilpres 2019, akan diterjemahkan menjadi RPJMN 2020-2024. Oleh karenanya, diperlukan koordinasi antara KPU, peserta pemilu, dengan Bappenas. "Kenapa harus sosialisasi?

New standard for top songs
Music
New standard for top songs
Etiam ullamcorper auctor orci, id luctuLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Coffeeshops continue to conquer the city centres
Food
Coffeeshops continue to conquer the city centres
Proin id lacus non dolor viverra hendrerit vel vel magna.Duis iaculis varius urna, nec feugiat enim suscipit vitae.
Menteri PPN Bambang P.S. Brodjonegoro usai Kick-Off Meeting Sensus Penduduk 2020 di Gedung BPS, Rabu (14/2/2018)(KOMPAS.com/Yoga Hastyadi Widiartanto)  Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pembangunan Harus Beri Ruang untuk Nilai-nilai Lokal ", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/27/145429526/pembangunan-harus-beri-ruang-untuk-nilai-nilai-lokal. Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan Editor : Erlangga Djumena
Bappenas
Pembangunan Harus Beri Ruang untuk Nilai-nilai Lokal

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro menyatakan, masyarakat Indonesia perlu terus menghargai keberagaman dan perbedaan. Oleh karena itu, pembangunan, khususnya bidang kebudayaan harus tetap memberi ruang yang cukup bagi tumbuhnya nilai-nilai lokal. Ini termasuk pula pengakuan atas keunikan lokalitas, dan keragaman budaya daerah, yang menemukan saluran artikulasi melalui otonomi dan desentralisasi.